Hinata tersipu, tapi ketika Naruto tanpa sadar berujar, “Wah, Hinata cantik banget,” pipinya memanas, dan Byakugan -nya aktif sebentar—bukan untuk melawan, tapi untuk memastikan tidak ada lawan jenis lain yang melirik Naruto.
“Aku muak. Bosan. Stress,” ujar Tsunade sambil menyandarkan tubuh di kursi bar, dikelilingi oleh Ino, Hinata, Temari, Tenten, dan Sakura. Bukan di ruang rapat Hokage, tapi di lounge rooftop eksklusif di Distrik Hiburan Konoha.
Restoran mewah dengan menu omakase terbaik di Konoha. Tsunade memesan sake termahal. “Santai, ini biaya operasional Hokage kehormatan,” ujarnya santai, membuat Sakura geleng-geleng.
Naruto yang disuruh jadi server dadakan mencoba membawakan 10 piring sekaligus, tapi tergelincir karena saus. Sakura refleks menghancurkan meja dengan chakra punch untuk menahan laju Naruto—meja hancur, tapi Naruto selamat. Hinata tersipu, tapi ketika Naruto tanpa sadar berujar,
“Yeah, siapa sangka jadi kunoichi juga butuh lifestyle dan hiburan,” kata Tenten.
Tsunade tertawa terbahak-bahak. “Lihat? Itu baru hiburan!”
Lokasi: Haruno Beauty & Co. (milik Sakura) dan Yamanaka Flowers Boutique (milik Ino). Stress,” ujar Tsunade sambil menyandarkan tubuh di kursi
“Kamu sudah pensiun, Ba-chan. Kenapa stress?” goda Naruto yang kebetulan lewat membawa sekantung ramen.
Ino menjadi stylist dadakan. “Hinata, kamu punya body goals ! Tapi jangan sembunyi di balik jaket tebal terus. Coba off shoulder lavender dress ini.”
Tengah malam. Mereka beristirahat di ryokan mewah. Naruto akhirnya diperbolehkan ikut after party . Tsunade memesan sake termahal
Temari, si kunoichi dari Suna, memilih streetwear edgy: jaket kulit merah menyala, celana kargo, dan sepatu boots bertabur paku. “Di Suna, mode itu bukti eksistensi,” ujarnya sambil memamerkan kipas raksasanya yang kini didesain ulang jadi handheld fan mewah.
Naruto menjerit. Para kunoichi tertawa bersama—bukan tawa ninja, tapi tawa sahabat sejati.
Berikut adalah cerita bergaya yang berpusat pada Naruto dan para kunoichi (Ino, Hinata, Temari, Tenten, Tsunade, Sakura). Cerita ini ditulis dengan nuansa santai, modern, dan penuh hiburan. Judul: Hari Libur Para Kunoichi: Gaya Hidup dan Hiburan ala Naruto