Aku tertawa kecil. “Nggak lah. Maksudku nyepong dalam arti manja. Kayak dulu pas awal pacaran. Kamu suka nyender di pangkuanku sambil aku usap rambutmu.”
Dinda duduk di sampingku di bangku taman yang agak tersembunyi di balik rindangnya pohon trembesi. Jaket hoodie biru mudanya terlihat basah sedikit di bagian bahu. Minta Pacar Nyepong di Taman Kota Mumpung Lagi Sepi - INDO18
Ini dia. Keintiman yang aku rindukan. Bukan soal seks, tapi soal kepercayaan. Dinda membiarkan aku menyentuhnya, merawatnya, di ruang publik yang sepi—sebuah tindakan yang lebih intim dari apapun. Aku tertawa kecil
Dinda memejamkan mata. Aku mulai mengelus rambut panjangnya yang masih sedikit lembap. Kami berdua diam. Hanya suara jangkrik dan sesekali suara motor dari kejauhan. Kayak dulu pas awal pacaran
“Serem amat ya, mas. Sepi kayak gini,” ujar Dinda sambil melirik ke kiri-kanan.
Hujan gerimis baru saja reda. Taman Kota yang biasanya ramai dengan anak-anak bermain bola dan ibu-ibu ngerumpi, sekarang berubah jadi lautan sunyi. Genangan air memantulkan lampu jalan yang mulai menyala. Hanya ada kami berdua: aku dan Dinda.
Aku menghela napas. Ini agak memalukan, tapi karena taman sepi dan tidak ada satupun jiwa yang lewat—bahkan satpam pun entah berteduh di mana—aku memberanikan diri.