🔍

Dampaknya: merusak kesaksian (witness) di depan teman non-Kristen, melanggar hukum kasih (Matius 22:39), menyebabkan pertengkaran dalam komunitas, dan berpotensi melukai hati orang lain secara digital (cyber bullying) yang merupakan dosa.

Agape adalah kasih tanpa syarat yang berasal dari Allah. Ciri-cirinya: sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan, bersukacita karena kebenaran, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu.

Secara teologis (2 Korintus 6:14): "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tak percaya." Hal ini karena pernikahan adalah persekutuan sehidup semati. Jika fondasi iman berbeda, akan terjadi konflik dalam penyembahan, didikan anak, dan pengambilan keputusan rohani yang dapat menjauhkan dari Tuhan.

Pengadilan ini terjadi di akhir zaman (2 Korintus 5:10). Fungsinya bukan untuk menentukan masuk surga atau neraka (karena keselamatan adalah anugerah), melainkan untuk menilai perbuatan kita setelah selamat. Di sini kita akan menerima upah (mahkota) atau mengalami kerugian atas perbuatan yang sia-sia (1 Korintus 3:12-15).

Penulis: Admin EduChristian | Kategori: Pendidikan Agama Kristen

Seorang Kristen harus menolak budaya tersebut karena tubuh adalah Bait Roh Kudus (1 Korintus 6:19-20). Sikap yang benar adalah menjaga kekudusan diri, membatasi diri dalam berpacaran (tidak tidur satu ranjang), dan menjadikan pernikahan sebagai satu-satunya wadah hubungan seksual.